Ada berbagai jenis stasiun dok, bergantung pada antarmuka koneksi, jumlah dan jenis port, penyaluran daya, dan desain. Beberapa jenis yang paling umum adalah:
Stasiun dok Thunderbolt 3 : Kompatibel dengan colokan Thunderbolt 3 dan perangkat USB-C, tetapi tidak dengan perangkat USB4. Mereka juga menawarkan resolusi layar yang lebih rendah (hingga 4K), penyaluran daya (hingga 100W), dan port yang lebih sedikit (hingga 18).
Stasiun dok USB Type-C : Ini adalah stasiun dok yang menggunakan colokan USB Type-C, yaitu konektor reversibel yang mendukung berbagai protokol, seperti USB 3.1, USB 3.2, DisplayPort, HDMI, dan Power Delivery. Mereka menawarkan kecepatan transfer data sedang (hingga 10 Gbps), resolusi tampilan sedang (hingga 4K), pengiriman daya (hingga 100W), dan banyak port (hingga 18).
Stasiun dok USB 3.0 : Ini adalah stasiun dok yang menggunakan colokan USB 3.0, yang merupakan standar yang mendukung transfer data berkecepatan tinggi (hingga 5 Gbps), namun tidak mendukung pengiriman video atau daya. Mereka biasanya memiliki adaptor daya dan adaptor video terpisah, seperti HDMI atau VGA. Mereka menawarkan resolusi layar rendah (hingga 1080p), penyaluran daya (hingga 100W), dan banyak port (hingga 18).
Merekomendasikan memilih kombinasi port sesuai dengan kebutuhan Anda:)